SHARING PROPERTY MASTERY
Haloo...
Salam Sukses Sahabat Mei Journal...
Kali ini Saya akan sedikit share mengenai materi tentang PROPERTY MASTERY yang saya dapatkan dari seorang Pengusaha Properti yang Sukses yaitu Bong Chandra.
Berikut merupakan Point Penting yang akan saya Share pada blog ini
Property Mastery
- Original Purpose
- Know Your Role
- Leverage
The End of Average
- Invest to Ideas
- New Business Model
- New Business Strategy : A. Minimalist B. Dead Sea Strategy C. Casual Branding
kita akan Mulai dari Original Purpose
apa itu original purpose?
Original Purpose merupakan suatu tujuan yang sebennarnya. Pada Industri Properti apa sih yang menjadi original purpose kita?
-Menjual Rumah untuk menjadi tempat tinggal.
itulah tujuan utamanya dalam bisnis property
Namun dalam kurun waktu 10 tahun ke belakang disadari bahwa original purpose bisnis property berubah menjadi termpat para investor / orang yang memiliki uang lebih untuk berinvestasi dalam bentuk aset bangunan. Oleh Karena Itu, dalam menjual propertinya Bong Chandra hanya memperbolehkan 5% investor yang ingin membeli propertinya. Beliau lebih prefer untuk pembeli akhir yaitu orang yang berniat membeli properti untuk tinggal, bukan untuk sekedar investasi, karena beliau ingin menghindari kekosongan pada Apartemennya. Selain itu Apartemen yang dibangun juga sangat mengutamakan kenyamanan customer dan menerapkan seperti di Jepang. Dimana setiap kamar memiliki Lift pribadi yang memudahkan penghuninya untuk naik/turun, dengan maksud tidak mengganggu kenyamanan penghuni lainnya. Sebagai contoh di pagi hari jika ada penghuni Apartemen yang memiliki anak dan ingin mengantarkan ke sekolah, maka akan menyebabkan kebisingan yang otomatis mengganggu kenyamanan istirahat penghuni lainnya. selain itu juga Bong Chandra prefer untuk menyediakan tempat parkir,dimana satu kamar memiliki satu tempat parkir. Semua hal tersebut dilakukan karena dalam membangun bisnisnya Beliau ingin penggunaan apartemennya digunakan secara maksimal.
The End Of Average
Invest to Idea
Kemarin di Detik.com bahwa Apple akan membuka Kantpr Research & Development di BSD yang berukuran 20 meter persergi tanpa toko, berarti tidak akan make Money.
Apa Perbedaan pengusaha Timur dengan Barat?
- Pengusaha timur : kalau jaga restoran kasirnya adiknya, kakaknya, keponakannya.
kemudian mereka mau atau tidak meng-hire konsultan branding untuk men-touch up logonya yang sudah 50 th tidak di touch up?
Pola pikir mereka bahwa untuk apa hire konsultan bayar 500 juta, kemahalan banget!
ngapain bayar arsitek $1 juta,... pakai aja orang kenal yang baru lulus.
Nah, itu dia perbedaannya dengan pengusaha barat
Kalau kita perhatikan perusahaan barat selalu bisa sampai beberapa generasi, sementara perusahaan timur hanya nyangkut di beberapa generasi.
Generasi 1 : Membangun
Generasi 2 : Menikmati
Generasi 3 : Menghancurkan
Tapi, kalau Western Business culture berani Invest to Idea. Apple berani Keluarkan uang untuk bangun kantor research & development di Asia Tenggara, di BSD dan dia tidak menikmati. Justru Keluar duit untuk cari kita mau bikin apa lagi, kebutuhan orang apa, idenya apa, dan coba untuk develop produk-produk baru.tapi begitu mereka ketemu, awalnya memang mereka mengeluarkan duit,tapi begitu ketemu.... BOOM!!! orang yang sudah lari duluan tetap kalah. Jadi, bukan soal siapa yg curi start duluan. Melainkan, berani gak kita invest to ideas. Berani gak kita pakai konsultan arsitek yang baik.
The Smith, Yukata memakai konsultan arsitek dari Polandia.
Sebagai Contoh:
Bong Chandra memiliki Project baru untuk th 2018, yang bernama college, memakai arsitek singapura, Fee desainnya saja $1 juta , (13 Miliar) untuk Fee desainnya, dan setiap mau panggil dia untuk meeting dengan kita, kita harus beliin dia 1 orang tiket First Class Singapur Airlines, dan Staffnya yang kelas Ekonomi. Jadi untuk undang dia meeting kita harus benar2 dipikirkan sudah yakin atau belum, dan jangan sampai berubah-ubah lagi, karena untuk undang dia mahal juga, apalagi kalau revisi.
Kenapa Pak Bong undang konsultan arsitek semahal itu? " karena saat dia kasih desainnya, saya baru mengerti ternyata ada arsitektur angin.Bagaimana mengatur Flow Angin, bagaimana mengatur solar systemnya, Bagaimana solar systemnya." (Bong Chandra)
Jadi, banyak hal yang tidak kita tahu. kita selalu mau invest to profit, tapi tidak mau invest to idea. kita gamau dateng, ya break sebentar hari sabtu sekali-sekali gak nonton bioskop untuk kita mau belajar sedikit. kalah satu film gapapa deh. temen-temen sudah nonton filmnya, kita belom, tapi kita dapet ide baru. ini yang dimaksudkan oleh Pak Bong
Komentar
Posting Komentar